Bumi Langit Adventure

1470139_10201017608418927_978648646_n

Bumi Langit adalah sebuah tempat dimana kita bisa melihat dan belajar mengenai pentingnya hubungan antara kehidupan manusia dengan alam lingkungannya. Tempat ini bisa kalian temukan di Jl. Imogiri-Mangunan KM 3, Desa Giriloyo, Imogiri, Bantul. Kalian bisa mencari informasi tentangnya di mail@bumilangit.org atau +622748572121.

Nah, seminggu yang lalu, sebuah komunitas yang konsen untuk mengembalikan dan menghidupkan sunnah-sunnah nabi yang lama tertidur dan mulai dilupakan, mengundang saya untuk ikut menghadiri salah satu agenda mereka untuk berkunjung ke Bumi Langit ini, biasa dikenal dengan Islamic Village. Islamic Village ini digagas oleh pak Iskandar M Wowuronto, seorang muslim berketurunan Jerman.

Saya tiba di Bumi Langit tanggal 07 Desember 2013 pukul 10 pagi, dan dearah ini saya temukan cukup rumit, mulai dari daerah yang seperti hutan, jalan yang luar biasa menanjak, hingga salah jalan, serta warga yang belum kenal mengenai Bumi Langit ini, ternyata mereka hanya mengenal bila ditanya mengenai siapa atau dimana alamatnya Mbah Londo (Kakek Belanda) atau sebut saja nama beliau pak Iskandar. syukurnya meskipun sinyal sangat sedikit dan sulit, namun akhirnya saya bersama Tika, teman dari UGM bisa kontak pihak panitia dan mendapatkan Bumi Langit yang alhamdulillah luar biasa.

Pertama mendapati daerah ini kesannya adalah mendapat suasana baru dengan daerah yang memiliki tamu-tamu bule, mereka banyak dan sering bertamu kesini untuk belajar mengenai makna kehidupan, berbagi tentang komunitas mereka, menggali ilmu dari pak Iskandar,wawancara, praktik bahasa Indonesia dan berbagai motif lainnya. Umumnya mereka dari Perancis, Jerman, Inggris, Brunei Darussalam dan Malaysia.

Setelah bersalaman dengan keluarga pak Iskandar yang memiliki seorang istri dengan beda usia 15 tahun dan 5 anak dengan 3 putra dan 2 putri bermuka bule semua tapi medok sekali bahasanya, kemudian kami ditunjukkan kamar istirahat, kemudian kami diantar mengelilingi kebun beliau yang multi tanaman atau permakultur, jadi bermacam-macam tanaman mulai sayur, buah-buahan, obat-obatan, makanan pokok dan sebagainya. Dan juga, disini ada berbagai macam ikan, hewan ternak, pengolahan pupuk, biogas yang kesemuanya itu diolah menjadi roti, aneka cemilan, minyak kelapa bening yang bisa 5 kali pakai, selai, jus, dan berbagai jenis usaha lainnya secara mandiri.

Menjelang magrib, rombongan dari jakarta tiba yakni beberapa peserta yang lain dan tentu saja para peserta dari Muamalah Community. Mereka terlambat karena beberapa halangan. Mulai dari macet weekend di Bandung, tabrakan, dll. Kemudian, santap malam dengan berbagai sajian alami. Dilanjutkan dengan diskusi hingga larut malam, sementara itu, kami disuguhi dengan teh hangat dan cemilan dari ubi.

Dalam diskusi tersebut ada beberapa pakar yang (bule) mengenai ekonomi Islam, terlebih mengenai isu penggunaan Dinar dan Dirham. Terlepas dari masalah-masalah tersebut, ada beberapa poin yang pak Iskandar sampaikan. Sejak usia 14 tahun beliau sudah bersyahadat, akan tetapi beliau masih melalui proses pencarian hingga pada tahun 2001 beliau menemui Islam secara keseluruhan dengan penuh keyakinan. Hal utama yang beliau dapatkan adalah mengenai konsep Tayib, dari sinilah awal beliau memulai untuk menerapkan syariat Islam dengan kembali ke alam, menjadi petani dan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari diri dari menghasilkan sampah. Nah sesuatu di bumi ini yang menghasilkan sampah hanyalah manusia. Banyak sekali sampah yang manusia tinggalkan setelah kematiannya. Mulai dari sandangnya yang luar biasa banyak (sepatu, baju, dll), makan yang sering sekali tersisa, hingga material bangunan rumah beliau sangat perhitungkan sampah akhirnya yang sangat bisa menuntut pertanggungjawaban pemilliknya diakhirat kelak.

Dengan demikian, berbagai masalah di Indonesia beliau kaji mulai dari terigu yang sebenarnya Indonesia tidak perlu menginpor dari luar, sangat mampu untuk memproduksi bahan makanan pokok sendiri, akan tetapi Indonesia pula penginpor makanan pokok terbesar di dunia. Masalah industri yang menghasilkan sampah limbah yang merusak. dan segala hasil produk Industri yang penuh tipuan belaka. Gambarnya susu tapi komposisi selain susunya lebih banyak dibanding susu itu sendiri. Ini mengakibatkan hilangnya manfaat susu yang hendak diperoleh, parahnya hal ini justru memberi efek negatif bagi tubuh yang mengkonsumsinya melalui pewarna, perasa dan pengawet tambahan.

Dari sini saya banyak belajar menjadi insan yang rahmatan lil alamin. Ketika dipagi hari kita menanam 1 bakteri, dan sore harinya kita mendapatkan bakteri tadi sudah menjadi ribuan, itu sudah merupakan amal jariah dimana bakteri-bekteri tersebut mengawali tumbuhnya tunas-tunas berbagai macam tumbuhan yang dapat dinikmati seluruh makhluk Allah.

Yogyakarta, 7-8 Desember 2013
RITA FATIMAH
Muamalah Community

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: